OBAT ALAMI PENYUBUR KANDUNGAN

Sabtu, 26 November 2011

Mendapatkan buah hati, anak, momongan merupakan dambaan bagi pasangan suami istri, terlebih lagi bila sudah lama mengarunggi hidup bahtera rumah tangga. Tak sedikit masalah ini berakhir disidang penceraian, hapan kita semua semoga hal sepeerti ini tidak akan terjadi. 

Lebih baik lapangkan dada dengan terus berusaha dan berdo'a. tempuhlah dengan segala macam cara jangan mudah putus asa. 
Mungkin hal berikut  yang bisa mengganggu kesuburan wanita:


Endometriosis
Sel selaput lendir rahim tumbuh di tempat yang salah, yaitu di indung telur. Kondisi ini dapat menimbulkan perlengketan di sekitar saluran telur atau organ reproduksi lainnya.

Kelainan lendir leher rahim

Jika terlalu pekat, laju sperma bisa terhambat. Kalau terlalu asam, akan membunuh sperma.

Faktor usia

Memasuki usia 35 tahun, kesuburan wanita akan menurun dan menurun drastis di usia 37 tahun sampai masuk ke masa menopause, 40-45 tahun. Cadangan sel telur terus berkurang setiap kali wanita menstruasi dan akan habis saat menopause. Pada pria, usia tidak membatasi tingkat kesuburan. Pabrik sperma akan terus memproduksi sel-sel sperma selama anatominya normal.

Stres yang tak terkontrol

Gaya hidup serba cepat, kompetitif, dan penuh stres ikut menyebabkan infertilitas, yakni 15-20 persen. Kondisi jiwa yang penuh gejolak bisa mengganggu ovulasi, tuba falopi, sperma****nesis, dan frekuensi hubungan suami istri menurun.

Kelainan mulut rahim

Normalnya mulut rahim mengarah ke depan (antefleksi), berhadapan dengan dinding belakang vagina, sehingga spermatozoa bisa sampai ke dalam saluran mulut rahim yang menghubungkan vagina dan rongga rahim. Penyimpangan posisi, seperti retrofleksi (rahim menghadap ke belakang), bisa menghambat kehamilan.

Kelainan rahim

Kelainan rongga rahim karena perlengketan, miom, atau polip, peradangan endometrium dan gangguan kontraksi rahim, bisa mengganggu 

Semoga terapi mendapatkan keturunan dengan RUMPUT KEBAR  merupakan jalan keluar untuk  kita semua dan tidak ada salahnya untuk dicoba. 

Bagi wanita, ketidaksuburan atau infertilitas disebabkan karena gagalnya pelepasan sel telur atau indung telur tidak dapat menghasilkan sel telur yang matang. Dengan demikian tidak terjadi ovulasi sehingga sel telur tidak masuk ke saluran telur yang menyebabkan tidak dapat terjadi pembuahan. Kondisi ini disebut sebagai ovulation disorder. Penyebab lainnya adalah tertutupnya atau tersumbatnya tuba falopi atau saluran telur. Atau adanya endometriosis atau sering dikenal sebagai kista yaitu tumbuhnya jaringan dinding rahim di luar rahim.


Sedangkan bagi pria, ketidaksuburan sering disebabkan karena tidak adanya produksi sperma pada kantung sperma. Jikapun ada produksi sperma, namun jumlahnya sangat sedikit sehingga ketika masuk ke vagina, tidak ada sperma yang berhasil membuahi sel telur.

RUMPUT KEBAR
Tumbuhan ramping berpenampilan cantik berkhasiat obat, siapa menyangka bila tumbuhan ini menjadi perimadona  sekaligus sebuah harapan bagi pasangan suami istri yang belum mendapatkan momongan.

Tumbuhan rumput kebar ternyata hidup bergerombol dan tumbuh di antara tumbuhan semak lainya. Kesubuhan tanah di Distrik kebar Manokwari Papua Barat menjadi tempat tinggal tumbuhan ini, takhayal masyarakat mengatakan tumbuhan ini hanya dapat dijumpai ditempat kami.  Ditempat terpencil yang jauh dari kota Manokwari  ternyata tumbuhan ini dapat dijadikan salah satu penghasilan tambahan masyarakat setempat yang keseharian mengantungkan hidub dari berladang. 
Sayang pada saat kami mengunjungi daerah  ini rumput kebar sedang tidak berkembang jadi kami tidak dapat melihat secara lansung kembang berwarna kekuningan sebagai mahkota dari tumbuhan ini.


MANFAAT RUMPUT KEBAR
Menyangkut manfaatnya sebagai penyubur kandungan, memang sudah menjadi rahasia umum. Tak heran, Unipa melakukan studi dan hasilnya pun menggembirakan. Dari hasil penelitian tersebut dilaporkan bahwa rumput kebar bisa menjadi salah satu alternatif bagi perempuan atau pasangan yang belum memiliki momongan, dinding rahim menebal.
Kajian ilmiah lain dalam skala terbatas sudah dilakukan oleh Drs. Sukarsono MSi., dosen Fakultas Ilmu Keguruan Universitas Muhamadiyah, Malang. Selain mengajar, Sukarsono juga aktif dalam beragam kegiatan pelestarian lingkungan. Perkenalannya dengan rumput kebar berawal dari koleganya di Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati).

Dengan dana sendiri Sukarsono bersama timnya melakukan penelitian dengan memberlkan ekstrak rumput kebar kepada hewan percobaan, yaitu tikus. Air rebusan rumput kebar (yang sebelumnya telah dikeringkan) diberikan sebagai minuman kepada lima ekor tikus percobaan selama dua minggu.
Sebagai pembanding adalah lima ekor tikus lain yang hanya diberi air tawar. Hasilnya ternyata memberikan gambaran positif, yakni terjadinya penebalan yang berarti pada dinding uterus atau rahim tikus yang diberi ekstrak rumput.

Terjadinya penebalan pada dinding rahim ini berarti dapat membantu proses pembuahan dalam proses kehamilan. Pasalnya, dinding rahim yang tebal memudahkan sperma menempel sekaligus memudahkan proses kehamilan.
Sayangnya, hasil penelitian ini belum ditindaklanjuti. Diharapkan di masa mendatang ada pihak lain, terutama industri farmasi, yang berminat mengembangkan potensi rumput kebar menjadi fitofarmaka. Di masyarakat, secara empiris khasiat rumput kebar sebagai penyubur kandungan sudah lama dimanfaatkan. Saat ini bahkan bisnis rumput kebar asli Papua diperkirakan mencapai puluhan juta per tahunnya.

0 komentar:

Posting Komentar